Aksi Ajudan Gubernur Pungut Botol di Hansisi Jadi Sorotan, Ini Penjelasannya

Grafis JasaBeta: aksi ajudan gubernur pungut botol di Hansisi jadi sorotan, disertai klarifikasi WK.
Grafis berbantuan AI: JasaBeta; foto rujukan: KupangBerita. Gambar pendukung: KupangBerita dan ilustrasi LiputanNTT.

Aksi ajudan Gubernur NTT memungut botol di Pelabuhan Hansisi menjadi perhatian. Dalam klarifikasi yang diberitakan 8 Oktober 2026, WK mengatakan botol dipindahkan agar jalur gubernur aman. Peristiwa terjadi 5 Oktober 2026.

KUPANG — Aksi seorang ajudan Gubernur Nusa Tenggara Timur memungut dan memindahkan botol plastik di Pelabuhan Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, menjadi sorotan dalam pemberitaan awal Oktober 2026. Ajudan berinisial WK kemudian memberikan penjelasan mengenai tindakannya.

KupangBerita melaporkan pada 5 Oktober 2026 bahwa momen tersebut terjadi saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena beserta rombongan berada di Hansisi, setelah menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati. Foto dalam artikel itu memperlihatkan seorang pria membungkuk mengambil botol di dekat saluran air, sementara rombongan berada di sekitarnya.

Gambar sumber KupangBerita yang memperlihatkan pria membungkuk mengambil botol di dekat saluran air di Hansisi.

Gambar sumber: KupangBerita, artikel 5 Oktober 2026. Foto di dalam grafis memperlihatkan momen pengambilan botol di dekat saluran air. Gambar ini tidak menunjukkan lokasi akhir botol setelah dipindahkan.

Ajudan menjelaskan alasan memindahkan botol

Dalam klarifikasi yang dimuat LiputanNTT dan Expo NTT pada 8 Oktober 2026, WK mengatakan botol itu sudah berada di jalur yang akan dilalui gubernur menuju ruang tunggu pelabuhan. Ia menyebut tindakannya bertujuan mencegah botol mengganggu langkah atau membuat gubernur tersandung.

“Saya tidak membuang sampah itu,” kata WK sebagaimana dikutip Expo NTT.

WK mengatakan tindakannya berlangsung spontan saat memastikan jalur gubernur aman. Menurut penjelasannya, potongan video yang beredar kemudian diberi konteks berbeda oleh pengguna media sosial. Ia juga menyampaikan bahwa kebersihan ruang publik merupakan tanggung jawab bersama.

Ilustrasi dalam artikel LiputanNTT tentang ajudan gubernur dan kebersihan; bukan foto peristiwa Hansisi.

ILUSTRASI, bukan dokumentasi kejadian. Gambar pendukung dari artikel LiputanNTT, 8 Oktober 2026. Adegan pada ilustrasi tidak menjadi bukti lokasi akhir botol.

Konteks gambar dan waktu peristiwa

Laporan awal KupangBerita menggambarkan tindakan tersebut sebagai aksi memungut sampah. Sementara itu, keterangan WK yang dimuat media lain menekankan pemindahan botol dari jalur gubernur. JasaBeta belum memeriksa rekaman utuh secara langsung, sehingga tidak menyimpulkan lokasi akhir botol setelah dipindahkan.

Peristiwa ini terjadi pada 5 Oktober 2026 dan klarifikasinya diberitakan pada 8 Oktober 2026. Artikel ini merupakan rangkuman pemberitaan terdahulu, bukan laporan kejadian baru pada tanggal penerbitan ulang.

Penelusuran unggahan publik terindeks di Instagram, Facebook, Threads, dan X belum menghasilkan tautan video asli yang dapat diverifikasi. Akses TikTok melalui alat pencarian dibatasi. Karena itu, tidak ada klaim jumlah tayangan, komentar, atau pembagian video dalam artikel ini.

Gambar utama merupakan grafis JasaBeta berbantuan AI berdasarkan gambar dalam artikel KupangBerita. Gambar sumber dan ilustrasi pendukung diberi keterangan terpisah di dalam tulisan.

Sumber pemberitaan

Sumber: KupangBerita; LiputanNTT; Expo NTT

CERITA INI MENARIK?

Bagikan sudut pandangmu.

Masuk untuk mendapatkan Coins dari komentar dan share.

Komentar pembaca

Apa pendapatmu?

0 komentar
Masuk untuk berkomentar

Belum ada komentar.