Hampir 10 Tahun, Siswa SMAN 2 Sulamu Masih Belajar di Ruang Darurat

Grafis JasaBeta: hampir 10 tahun siswa SMAN 2 Sulamu masih belajar di ruang darurat.
Grafis berbantuan AI: JasaBeta; gambar rujukan: Kupang Media. Pendukung: Kupang Media dan grafis Suara NTT bertanda Dola AI.

SMAN 2 Sulamu di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, dilaporkan menampung 201 siswa dalam sembilan rombongan belajar dengan dua ruang kelas permanen. Kebutuhan fasilitas disampaikan saat reses 21 Oktober 2026 dan melalui keterangan kepala sekolah.

KUPANG — Keterbatasan ruang belajar masih dihadapi siswa SMA Negeri 2 Sulamu di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang. Hampir sepuluh tahun sejak sekolah dirintis melalui gotong royong masyarakat, ruang semi permanen masih digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Menurut laporan Kupang Media pada 22 Oktober 2026, sekolah tersebut menampung 201 siswa dalam sembilan rombongan belajar, tetapi baru memiliki dua ruang kelas permanen. Kebutuhan tujuh ruang kelas yang layak menjadi salah satu aspirasi saat kunjungan reses Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, pada 21 Oktober 2026.

Gambar kunjungan di SMAN 2 Sulamu yang dimuat Kupang Media; tampak dinding sekolah dan sejumlah orang dewasa.

Gambar sumber: Kupang Media, artikel 22 Oktober 2026. Gambar pendamping pemberitaan kunjungan reses di SMA Negeri 2 Sulamu.

Keluhan ruang panas dan suara antarkelas

Kupang Media memberitakan keluhan siswa mengenai ruang yang panas, atap rendah, serta dinding tipis dan berlubang. Suara dari kelas lain juga disebut mengganggu konsentrasi. Keluhan itu menggambarkan kebutuhan perbaikan fasilitas di samping keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Kepala sekolah berharap ada perhatian serius

Dalam laporan Suara NTT pada 24 Oktober 2026, Pelaksana Tugas Kepala UPT SMA Negeri 2 Sulamu, Rolina S. Aploegi, menyatakan ruang darurat yang digunakan belum layak untuk mendukung pembelajaran secara optimal. Keterangan tersebut disebut disampaikan pada 22 Oktober 2026.

“Kami sudah hampir 10 tahun bertahan dengan kondisi seperti ini,” ujar Rolina sebagaimana dikutip NTT Aktual.

NTT Aktual juga memuat harapan kepala sekolah agar siswa memperoleh tempat belajar yang aman dan nyaman. Keterangan itu memperjelas bahwa persoalan ruang kelas telah berlangsung lama dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Grafis pemberitaan Suara NTT tentang SMAN 2 Sulamu yang memuat tanda Dola AI.

GRAFIS SUMBER, memuat tanda Dola AI. Kredit: Suara NTT, artikel 24 Oktober 2026. Gambar ini ditampilkan sebagai grafis pemberitaan sumber, bukan foto dokumentasi asli yang telah diverifikasi.

Aspirasi akan dibawa ke Dinas Pendidikan

Idealis.ID pada 23 Oktober 2026 melaporkan bahwa Winston akan membawa kebutuhan ruang kelas permanen ke pembahasan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Pernyataan tersebut merupakan rencana memperjuangkan kebutuhan sekolah; sumber yang diperiksa belum memberikan kepastian anggaran atau jadwal pembangunan.

Menurut NTT Aktual, langkah penanganan yang disampaikan Winston mencakup pemeriksaan kondisi bangunan, kejelasan dokumen tanah, dan perencanaan pembangunan bertahap. Kebutuhan tenaga pendidik serta fasilitas penunjang turut disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Artikel ini merupakan rangkuman pemberitaan 22–24 Oktober 2026 terkait reses 21 Oktober 2026. JasaBeta belum melakukan kunjungan lapangan atau memperoleh tanggapan langsung Dinas Pendidikan mengenai tindak lanjut terbaru.

Gambar utama dibuat dengan bantuan AI berdasarkan gambar dalam artikel Kupang Media dan memakai logo JasaBeta. Gambar pendukung disertai kredit dan keterangan tentang asalnya. Penelusuran unggahan publik terindeks di Instagram, Facebook, Threads, dan X belum menemukan unggahan asli yang dapat diverifikasi; akses TikTok melalui alat pencarian dibatasi.

Sumber pemberitaan

Sumber: Kupang Media; Suara NTT; NTT Aktual; Idealis.ID

CERITA INI MENARIK?

Bagikan sudut pandangmu.

Komentar pertama dapat 10 Coins Salin tautan / menu berbagi dapat 15 Coins

Hadiah maksimal sekali per aktivitas per berita. Hadiah share diberikan lewat Salin tautan atau menu Bagikan yang selesai; pengiriman ke media sosial tidak diverifikasi. Hadiah komentar dibatalkan jika komentar dihapus atau dimoderasi.

Masuk untuk mendapatkan Coins dari komentar dan share.

Komentar pembaca

Apa pendapatmu?

0 komentar
Masuk untuk berkomentar

Belum ada komentar.